|
Melayangkan surat lamaran, entah itu melalui pos, faks,
atau lewat e-mail sekalipun, tetap membutuhkan tata
krama. Sebab, lewat surat yang Anda kirimkan, akan terlihat
seberapa besar potensi yang Anda miliki.
Menurut Dr. Rhenald Kasali, Ketua Program Ilmu
Manajemen Pascasarjana UI dan Direktur IMeDE, ramuan
surat lamaran seharusnya memiliki hal-hal berikut, yaitu:
impressive cover letter, menarik minat calon atasan,
memuat kualifikasi (prestasi) yang diraih, dengan bahasa
yang enak dibaca, ringkas, dan jelas.
Selain itu, ada beberapa hal penting yang berkaitan
dengan penulisan surat :
- Efektif.
Surat tak cuma berfungsi sebagai duta bagi pengirimnya,
tapi harus mampu menarik perhatian si penerima dengan
efektif. Jika ditulis secara efektif, kemungkinan
untuk mendapatkan balasan yang cukup baik pun semakin
besar.
- Ketahui siapa pembaca surat Anda.
Ingat, Anda bukan tengah menulis surat cinta tapi
surat lamaran kerja. Sehingga Anda harus tahu siapa
saja kiranya yang akan membaca surat Anda tersebut.
- Perhatikan susunan isi.
Surat lamaran yang baik tentu saja tidak terlepas
dari susunan isi yang berkesinambungan.
- Sesuaikan dengan kualifikasi yang ada.
Sebaiknya,jangan coba-coba mengirim surat lamaran
dengan kualifikasi pekerjaan yang tidak tercantum
dalam iklan lowongan pekerjaan. Karenanya, periksalah
sedemikian rupa apakah kualifikasi pekerjaaan yang
Anda inginkan sesuai dengan kebutuhan pihak Sumber
Daya Manusia (SDM) perusahaan yang Anda lamar.
- Jangan cepat puas.
Tidak ada salahnya menulis surat lamaran berulang-ulang.
Namanya saja sedang berusaha mendapat perhatian, kesempurnaan
tentu diperlukan. Jadi, setelah Anda selesai menulis,
lakukanlah pengeditan dengan membacanya sekali lagi.
- Batasi jumlah baris.
Usahakan untuk membatasi baris kalimat dalam setiap
paragrafnya. Sebaiknya,dalam setiap paragraf itu berisi
tidak lebih dari enam atau tujuh baris. Selain terlihat
lebih rapi, pembacanya kelak tidak terlalu lelah saat
harus membacanya.
- Tunjukkanlah jaringan yang Anda miliki.
Tidak ada salahnya jika Anda menyebut beberapa orang
yang bisa memberikan referensi tentang siapa Anda
sebenarnya. Menurut Rhenald, orang yang berhak memberikan
referensi adalah dosen di tempat Anda kuliah dulu,
atau bisa juga mantan bos. Tapi, jangan sampai Anda
merujuk referensi kepada orang yang sudah bertahun-tahun
tidak Anda jumpai, meskipun dulu ia pernah menjadi
bos atau dosen Anda.
- Jangan lupa untuk mencatatnya.
Catatlah surat yang Anda kirimkan. Jika Anda telah
melayangkan surat lamaran, jangan lantas melupakannya.
- Kualifikasi CV.
Masih kata Rhenald, CV sebaiknya memiliki hal-hal
berikut ini, yaitu objektif, memuat riwayat pengalaman
kerja, keahlian dan kualifikasi, riwayat pendidikan,
serta data pribadi. Sebaiknya, Anda memulai daftar
riwayat hidup dari yang terbaru, baru mundur ke belakang.
Bila Anda belum pernah bekerja, CV dibatasi satu halaman
saja. (Astaga.com)
|